<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SuccessKid.com ;-) &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.successkid.com/Earthquake/motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.successkid.com</link>
	<description>The Right Place for Software - Ebook - Blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 08:09:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Cara Terbaik &#8220;Mengalahkan&#8221; Orang Lain</title>
		<link>http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain</link>
		<comments>http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 04:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang  berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang  terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar  domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga  anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu  melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka  parah.</p>
<p>Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota  untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu mendengarkan cerita petani itu  dengan hati-hati dan berkata, &#8220;Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan  memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda  akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau  inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?&#8221; Petani itu menjawab bahwa ia  lebih suka mempunyai seorang teman.</p>
<p>&#8220;Baik, saya akan menawari Anda sebuah  solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini  akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.&#8221; Mendengar solusi pak hakim,  petani itu setuju.</p>
<p>Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan  solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya  kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan  mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si  pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu  tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.</p>
<p>Di samping rasa  terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu  sering membagi hasi buruan kepada petani. Sebagai balasannya petani mengirimkan  daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman  yang baik.</p>
<p>Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan, &#8220;Cara Terbaik untuk  mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih.&#8221;</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="cara mengalahkan orang">cara mengalahkan orang</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="download ebook mempengaruhi orang">download ebook mempengaruhi orang</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="cara mengalahkan anjing">cara mengalahkan anjing</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="cara mengalahkan bicara orang lain">cara mengalahkan bicara orang lain</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="cara mengalahkan hati orang tua">cara mengalahkan hati orang tua</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="Cara mengalahkan orng bicara">Cara mengalahkan orng bicara</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="cara mengalahkan teman">cara mengalahkan teman</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain" title="Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih">Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.102 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/cara-terbaik-mengalahkan-orang-lain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telaga Hati dan Pahitnya Hidup</title>
		<link>http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup</link>
		<comments>http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 01:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Suatu  hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah.  Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua  masalahnya. Pak  tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk  pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. &#8220;Coba  minum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2008/09/kaya.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-400" style="float: right; margin: 5px;" title="love and rich" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2008/09/kaya.jpg" alt="" width="120" height="112" /></a>Suatu  hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah.  Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua  masalahnya. Pak  tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk  pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. <span id="more-983"></span><br />
&#8220;Coba  minum ini dan katakan bagaimana rasanya, &#8221; ujar pak tua.</p>
<p>&#8220;Pahit,  pahit sekali, &#8221; jawab pemuda itu sambil meludah ke samping.<br />
Pak tua tersenyum, lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga belakang  rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai di sana, Pak tua kembali menaburkan serbuk  pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.</p>
<p>&#8220;Coba  ambil air dari telaga ini dan minumlah.&#8221; Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua  kembali bertanya kepadanya,</p>
<p>&#8220;Bagaimana rasanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Segar ,&#8221; sahut si pemuda.</p>
<p>&#8220;Apakah  kamu merasakan pahit di dalam air itu ?&#8221; tanya pak tua.</p>
<p>&#8220;Tidak, &#8221; sahut pemuda itu.</p>
<p>Pak  tua tersenyum dan kemudian berkata, &#8220;Anak muda, dengarkan baik-baik.  Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak  kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi  kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat  kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kamu dapat lakukan. Llapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk  menampung setiap kepahitan itu.&#8221;</p>
<p>Pak  tua itu lalu kembali menasehatkan, &#8220;Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu  adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi  jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung  setiap kepahitan itu, dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.&#8221;</p>
<p>Hidup adalah sebuah pilihan. Mampukah  kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal menjelang?</p>
<p>Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="PAHITNYA KEHIDUPAN">PAHITNYA KEHIDUPAN</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="pahitnya hidup">pahitnya hidup</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="telaga kehidupan">telaga kehidupan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="kisah pahitnya hidup">kisah pahitnya hidup</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="pahit kehidupan">pahit kehidupan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="telaga hati">telaga hati</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="rasa pahit kehidupan">rasa pahit kehidupan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="pahitnya Hidup ini">pahitnya Hidup ini</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="pahitnya dalam hidup">pahitnya dalam hidup</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup" title="pahit nya hidup">pahit nya hidup</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.942 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/telaga-hati-dan-pahitnya-hidup/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesuksesan Selalu Dimulai Dari Tindakan</title>
		<link>http://www.successkid.com/kesuksesan-selalu-dimulai-dari-tindakan</link>
		<comments>http://www.successkid.com/kesuksesan-selalu-dimulai-dari-tindakan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 02:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Harga kesuksesan ditentukan tiga faktor utama yakni, keberanian bermimpi, merencanakan apa yang kita impikan, serta kesungguhan dan kegigihan dalam bertindak (ACTION). Namun dalam pilihan ACTION, jalan yang kita lewati tak semulus jalan tol. Kerap ada hambatan, rintangan, dari yang sekecil kerikil sampai (mungkin) sebesar batu karang. Tapi apakah hanya karena itu kita akan berhenti dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2009/12/orang-kaya.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-868" style="float: left; margin: 5px;" title="orang-kaya" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2009/12/orang-kaya.jpg" alt="" width="150" height="195" /></a>Harga kesuksesan ditentukan tiga faktor utama yakni, keberanian bermimpi, merencanakan apa yang kita impikan, serta kesungguhan dan kegigihan dalam bertindak (ACTION).</p>
<p>Namun dalam pilihan ACTION, jalan yang kita lewati tak semulus jalan tol. Kerap ada hambatan, rintangan, dari yang sekecil kerikil sampai (mungkin) sebesar batu karang. Tapi apakah hanya karena itu kita akan berhenti dan menyerah untuk tak lagi bertindak (ACTION?)</p>
<p>“No pain, no gain.&#8221; Tak ada sukses tanpa perjuangan. Sukses tak akan turun dari langit begitu saja. Namun sukses merupakan hasil dari proses panjang yang berbuah manis pada akhirnya.<span id="more-980"></span></p>
<p>Saat rintangan itu datang, di sanalah komitmen dan keteguhan anda diuji. Memilih untuk STOP dan NO ACTION, atau memilih melanjutkan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita anda.</p>
<p>Ya, anda diukur bukan dari berapa kali terjatuh, namun berapa kali anda bangun dan bangkit kembali. Dalam hidup, rintangan dan masalah pastilah selalu ada. Tapi itu akan menempa anda menjadi orang yang kuat dan memang pantas untuk mendapatkan apa yang memang ingin anda capai.</p>
<p>Dan bila kita yakin dengan tujuan dan jalan yang kita tempuh, tinggal ketekunan yang berbicara. Ketekunan untuk bertahan dan terus ACTION.</p>
<p>Mungkin saja kita mudah terpesona dengan kisah sukses seseorang. Namun tak banyak orang yang (mau) tahu bagaimana dia mencapainya. Bagaimana dia melewati lika-liku kesulitan di awalnya. Bagaimana dia bertahan dan mengatasi segala kesulitan yang menerpa. Bahkan sampai penuh peluh dan ‘berdarah-darah’. Saya jadi ingat kisah inspiratif tentang anak raja dan sang jendral di sini.</p>
<p>Bayangan kenyamanan karena kesuksesan memang mudah membuat terlena. Namun ketika kita fokus pada ACTION, rasanya tak akan ada waktu lagi untuk berleha-leha. Energi dan waktu yang tersedia pastinya akan kita curahkan untuknya.</p>
<p>Diawali dari tindakan kecil, yang terus dilakukan secara berkelanjutan, dari sana, apa yang anda ingin capai ditentukan. Tak ada pencapaian besar tanpa diawali dari yang kecil. Seperti pendaki gunung, mereka menitinya dari bawah, dan terus mendaki, sampai akhirnya mencapai puncak.</p>
<p>Dan pada akhirnya apapun ACTION anda, lakukanlah dengan bermartabat. Bukan karena kecongkakan atau kesombongan anda. Sebab tindakan kita adalah cermin diri kita sendiri. Bila kita suka berkata kasar dan menyakitkan, maka seperti itu juga watak asli kita sendiri.</p>
<p>Pilihan ACTION itu seperti bumerang. Yang bila kita lemparkan dengan baik, maka akan kembali dengan baik. Sebaliknya bila melempar dengan cara yang salah, bisa jadi malah melukai diri sendiri.</p>
<p>Dari pada kita memaki kegelapan, lebih baik segera mengambil dan menyalakan lilin untuk menerangi kegelapan.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/kesuksesan-selalu-dimulai-dari-tindakan" title="cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal software sms">cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal software sms</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kesuksesan-selalu-dimulai-dari-tindakan" title="cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal APA YG DI MAKSUD ALPHANUMERIK">cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal APA YG DI MAKSUD ALPHANUMERIK</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kesuksesan-selalu-dimulai-dari-tindakan" title="cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal aplikasi iklan massal via hape">cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal aplikasi iklan massal via hape</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kesuksesan-selalu-dimulai-dari-tindakan" title="cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal script sms sender">cache:wIp2M4-q1DYJ:www successkid com/software-pengirim-sms-massal script sms sender</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.406 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/kesuksesan-selalu-dimulai-dari-tindakan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasib Baik Datang dari Kebajikan, Bukan Keberuntungan</title>
		<link>http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan</link>
		<comments>http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 03:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa Dinasti Ming seorang pria bernama Zhang Weiyan dari Jiangyin Provinsi Jiangsu adalah seorang penulis yang handal. Dia cukup terkenal. Pada tahun Jiawu, ia mengambil ujian pengadilan tetapi gagal. Melihat hasil ujian yang diterimanya, dia mengumpat para hakim yang memberikan nilai ujiannya. Dia merasa mereka tidak dapat mengenali orang-orang yang memiliki pengetahuan sejati. Pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada masa Dinasti Ming seorang pria bernama Zhang Weiyan dari Jiangyin Provinsi Jiangsu adalah seorang penulis yang handal. Dia cukup terkenal. Pada tahun Jiawu, ia mengambil ujian pengadilan tetapi gagal. Melihat hasil ujian yang diterimanya, dia mengumpat para hakim yang memberikan nilai ujiannya. Dia merasa mereka tidak dapat mengenali orang-orang yang memiliki pengetahuan sejati.<span id="more-939"></span></p>
<p>Pada saat itu seorang Taoist (penganut Tao) lewat dan mendengarnya. Pria itu tersenyum dan berkata, &#8220;Saya bisa mengatakan bahwa tulisan anda sangat buruk!&#8221; Zhang lalu melampiaskan kemarahannya pada laki-laki itu, &#8220;Kenapa anda menertawakan saya? Anda belum membaca artikel saya, bagaimana anda tahu tulisan-tulisan saya buruk?&#8221; Sang Taoist berkata kepadanya, &#8220;Saya mendengar kunci untuk menulis adalah bahwa seseorang perlu dalam keadaan damai dan memelihara hati yang tenang. Anda sekarang mencaci para hakim itu. Anda pasti sangat marah. Bagaimana anda bisa menulis artikel yang baik jika karakter anda seperti ini?&#8221; Dia berpikir apa yang dikatakan orang itu sangat rasional, sehingga Zhang meminta bantuannya.</p>
<p>Sang Taoist berkata, &#8220;Anda menulis tentunya perlu menjadi baik, tetapi jika anda ditakdirkan gagal, bahkan keterampilan menulis yang baik pun tidak akan membantu. Solusi yang mendasar adalah mengubah sikap anda.&#8221; Zhang bertanya kepadanya, &#8220;Bagaimana saya bisa mengubah sikap saya?&#8221; Sang Taoist menjawab, &#8220;Jika anda dapat mengikuti kata-kata langit dan melakukan perbuatan baik, apa yang tidak bisa anda dapatkan?&#8221;</p>
<p>Zhang Weiyan mendesah, &#8220;Saya hanya seorang sarjana miskin. Dari mana saya dapat cukup uang untuk melakukan perbuatan baik?&#8221; Sang Taoist berkata, &#8220;Jadilah penuh kasih sayang dan kultivasikan kebajikan anda, yang paling penting adalah hati anda. Hal ini mengharuskan kita membawa kebaikan dalam hati kita setiap saat. Kita perlu lebih rendah hati dan siap untuk menolong orang lain. Motivasi untuk membantu orang lain harus murni. Ikuti prinsip surgawi. Seseorang tidak perlu uang untuk menjadi rendah hati. Anda dapat melakukan hal ini tanpa harus menjadi kaya. Kenapa anda tidak memeriksa diri sendiri, malah memaki-maki para hakim itu?&#8221; Zhang Weiyan tersentuh. Dia mengucapkan terima kasih kepada sang Taoist itu.</p>
<p>Sejak saat itu Zhang Weiyan sangat baik kepada orang lain dan ketat dengan dirinya sendiri. Dia mengkultivasikan kebajikannya dan menjadi orang dengan moralitas yang tinggi. Ia mendirikan sekolah dan mendidik rakyat jelata. Ia mengajarkan orang-orang untuk menghindari kesalahan dan melakukan perbuatan baik seminim apapun situasinya. Dia mendorong orang-orang untuk bersikap baik satu sama lain. Ia sangat dipuji oleh semua orang.</p>
<p>Suatu hari tiga tahun kemudian, Zhang Weiyan bermimpi. Dia bermimpi bahwa ia memasuki sebuah rumah besar. Ada sebuah buku dengan nama-nama yang tercantum di dalamnya, tetapi ada banyak baris kosong juga. Dia menanyai seseorang yang berdiri di dekatnya tentang ruang kosong itu. Orang itu berkata kepadanya, &#8220;Ini adalah daftar nama-nama yang akan diterima pada musim gugur ini. Jika sebuah nama muncul di sini dan orang itu tidak melakukan kesalahan apapun, namanya akan disimpan. Ruang kosong itu adalah mereka yang akan diterima, tapi karena mereka melakukan kesalahan, nama mereka telah dihapus. Selama tiga tahun terakhir, anda telah baik pada orang lain.  Nama anda telah ditambahkan.</p>
<p>Zhang Weiyan lulus ujian pengadilan tahun itu. Kemudian ia melakukan banyak perbuatan baik bagi rakyatnya.</p>
<p>Sumber : Secret China</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="daftar nama keberuntungan">daftar nama keberuntungan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="nama nama keberuntungan">nama nama keberuntungan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="kapan nasib baik itu datang">kapan nasib baik itu datang</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="kebajikan adalah">kebajikan adalah</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="nama dan keberuntungan">nama dan keberuntungan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="nama-nama keberuntungan">nama-nama keberuntungan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="nama2 yang membawa keberuntungan">nama2 yang membawa keberuntungan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="nasib dan keberuntungan">nasib dan keberuntungan</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan" title="perbuatan membawa keberuntungan">perbuatan membawa keberuntungan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.083 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/nasib-baik-datang-dari-kebajikan-bukan-keberuntungan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri &#8220;Neraka&#8221;</title>
		<link>http://www.successkid.com/mensyukuri-neraka</link>
		<comments>http://www.successkid.com/mensyukuri-neraka#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Entah kapan dimulai, dan siapa yang memulainya tidaklah terlalu jelas. Yang jelas, ada banyak sekali manusia yang amat rindu akan surga dan amat takut dengan neraka. Dari anak kecil sampai orang tua, dari orang desa sampai orang kota, kebanyakan rindu surga dan takut neraka. Jujur harus diakui, saya pun pernah lama dilanda kerinduan dan ketakutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah kapan dimulai, dan siapa yang memulainya tidaklah terlalu jelas. Yang jelas, ada banyak sekali manusia yang amat rindu akan surga dan amat takut dengan neraka. Dari anak kecil sampai orang tua, dari orang desa sampai orang kota, kebanyakan rindu surga dan takut neraka.</p>
<p>Jujur harus diakui, saya pun pernah lama dilanda kerinduan dan ketakutan semacam itu. Cuman, setelah menelusuri lorong-lorong kehidupan dengan kedalaman kontemplasi tertentu, rupanya kita manusia sudah terlalu lama manja dengan buaian surga, dan dibuat takut oleh ancaman neraka. Untuk kemudian kehilangan dua kesempatan emas dalam hidup. Kesempatan emas pertama, manusia kehilangan kekuatan amat besar yang bernama keikhlasan. Kesempatan emas kedua, justru melalui tempaan-tempaan neraka yang ditakuti (baca : masalah) kemudian manusia jadi kuat dan hebat.<span id="more-871"></span></p>
<p>Konsepsi surga-neraka, sebagaimana kita tahu, memang memiliki banyak sekali manfaat. Cuman, sebagaimana wajah dualitas manapun, konsepsi surga-neraka membuat tidak sedikit manusia kemudian &#8220;berdagang&#8221; dengan kehidupan. Sebagai akibatnya, manusia kehilangan keikhlasan sebagai kekuatan kehidupan.</p>
<p>Ada cerita tentang sebuah desa yang tidak berhasil memotong pohon besar mengganggu. Karena berbagai peralatan tidak berhasil membuat pohon tumbang, dicurigai pohon ini ditunggui mahluk dengan kekuatan metafisik tertentu. Dicarilah orang &#8220;pintar&#8221; yang bisa membantu. Ternyata, ada orang berpenampilan sederhana yang bisa memotong pohon tadi dengan gergaji biasa. Orang terakhir hanya memotong pohon tadi dengan kalimat permulaan yang berbunyi : &#8220;dengan keikhlasan di depan Tuhan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan&#8221;.</p>
<p>Ternyata kinerja orang sederhana ini terdengar ke banyak tempat. Di samping karena kekaguman masyarakat, juga kerena hadiah besar yang telah diterimanya. Di desa seberang yang memiliki problema yang serupa kemudian memanggilnya. Dan setelah memotong pohon dengan teknik dan alat yang sama, ternyata berkali-kali hanya berujung kegagalan. Rupanya hadiah telah melenyapkan keikhlasan sehingga kegagalan yang terjadi.</p>
<p>Ini memang hanya sebuah cerita, namun layak direnungkan kalau keikhlasan bukanlah sumber kelemahan. Ia sejenis tenaga dalam yang bisa membuat manusia jadi demikian perkasa. Terinspirasi dari banyak cerita-cerita sufi, demikian juga dari puisi-puisi Gibran dan Rumi, serta kualitas pemimpin-pemimpin yang masih berkuasa ketika badannya sudah disebut meninggal oleh dokter, keikhlasan sudah menjadi tema kehidupan yang kuat sejak dulu.</p>
<p>Kesempatan emas kedua yang dibuat lenyap oleh konsepsi surga-neraka, adalah kekuatan-kekuatan yang bisa dihadirkan oleh keseharian yang penuh dengan &#8220;neraka&#8221;. Masalah, godaan, tantangan, persoalan adalah rangkaian hal yang ditakuti banyak manusia sebagaimana mereka menakuti neraka. Semakin sedikit wajah neraka seperti ini yang hadir, semakin baik bagi para pengagum surga.</p>
<p>Ternyata kehidupan bertutur dan bercerita lain. Sebagaimana pernah dituturkan secara apik oleh M. Scott Peck dalam The Road Less Travelled, mereka-mereka yang menakuti neraka ternyata tumbuh jadi manusia lemah dan lembek. Sebagian bahkan terkena penyakit kejiwaan yang menyedihkan. Di bagian awal buku inspiratif ini Scott Peck menulis : ?This tendency to avoid problems and emotional suffering inherent in them is the primary basis of all human mental illness?. ecenderungan untuk lari dari masalah dan penderitaan adalah fundamen utama dari kondisi mental yang tidak terlalu sehat.</p>
<p>Bercermin dari sini, neraka tidaklah seburuk bayangan banyak orang. Dalam lapisan-lapisan kejernihan yang lebih dalam, neraka adalah tempat pemurnian. Sebuah tempat di mana sampah-sampah kehidupan diolah menjadi pupuk-pupuk berguna. Sebutlah masalah keseharian seperti dimarahin atasan. Sesaat memang membuat yang bersangkutan kesal, tetapi kemarahan atasan sedang membuatnya jadi kuat. Atau memiliki isteri yang cerewetnya minta ampun, ia memang sengaja hadir untuk membuat sang suami jadi sabar. Demikian juga dengan masalah lain.</p>
<p>Yang jelas, lari dari persoalan memang enak sebentar, tetapi ia membawa dampak jangka panjang yang negatif. Meminjam argumen Scott Peck dalam karya di atas, kesukaan untuk lari dari masalah dan tanggung jawab adalah ciri utama dari manusia-manusia yang terkena penyakit character disorder. Lebih dari sekadar terkena penyakit kejiwaan tadi, tantangan dan masalah sebenarnya serupa dengan tangga-tangga kedewasaan dan kematangan. Semakin tinggi dan besar masalahnya, itu berarti kaki sang hidup sedang melangkah di tempat yang juga tinggi.</p>
<p>Surga (baca : kebahagiaan) memang udara kehidupan yang indah dan segar, tetapi ia terasa jauh lebih indah dan segar jika seseorang pernah melalui tangga-tangga neraka. Serupa dengan lingkaran Yin-Yang yang di belah dua, awalnya memang ada beda jelas dan tegas antara surga dan neraka. Surga itu berisi senyuman, neraka berisi tangisan. Namun, di tingkatan-tingkatan kejernihan, sekat dan pemisah tadi sudah tidak ada. Suka-duka, tangisan-senyuman, sukses-gagal hanyalah aliran kehidupan yang datang dengan peran masing-masing. Persis seperti siang yang berganti malam dan juga sebaliknya, setiap pergantian berjalan tenang dan tenteram. Dan jangan lupa, kualitas hidup di dalam diri seperti ini hanya bisa dicapai oleh manusia yang mendalami hakekat syukur akan adanya neraka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/mensyukuri-neraka/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar &#8220;Bodoh&#8221; dari Forrest Gump</title>
		<link>http://www.successkid.com/belajar-bodoh-dari-forrest-gump</link>
		<comments>http://www.successkid.com/belajar-bodoh-dari-forrest-gump#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Novel karya Winston Groom ini akhirnya sukses besar setelah diangkat kesebuah layar lebar. Forrest Gump, film di tahun 1994, berhasil menggondol enam penghargaan dari Academy Award. Sepintas lalu kesan yang kutanggap ketika pertama kali menonton film ini adalah : aneh, lucu, ngawur. Dan memang benar adanya. Film ini bercerita tentang seorang pemuda idiot, bernama Forrest [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-770" style="margin: 5px; float: left;" title="forrest-gump" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2009/07/forrest-gump-282x300.jpg" alt="forrest-gump" width="262" height="288" />Novel karya Winston Groom ini akhirnya sukses besar setelah diangkat kesebuah layar lebar. Forrest Gump, film di tahun 1994, berhasil menggondol enam penghargaan dari Academy Award. Sepintas lalu kesan yang kutanggap ketika pertama kali menonton film ini adalah : aneh, lucu, ngawur. Dan memang benar adanya.</p>
<p>Film ini bercerita tentang seorang pemuda idiot, bernama Forrest Gump diperankan oleh Tom Hanks- yang akhirnya mendapatkan keberuntungan-keberuntungan hidup yang luar biasa, justru karena keidiotannya. Kebodohan Forrest begitu nampak tidak hanya dari mimik wajah, bahasa tubuh dan kejadian-kejadian konyol dalam hidupnya. Tidak hanya itu, sang sutradara Robert Zemeckiz, juga merasa perlu untuk menyisipkan sebuah dialog unik yang selalu berulang.<span id="more-769"></span></p>
<p><em>Are You stupid or something? </em></p>
<p>Demikian pertanyaan yang sering dilontarkan lawan bicara Forrest, tentu lengkap dengan ekspresi sinis atau kening berkerut atau aneh. Untungnya Forrest yang memiliki seorang ibu yang begitu luar biasa, telah dilengkapi sebuah jawaban pamungkas-yang besar kemungkinan sebenarnya juga tidak dimengerti olehnya.<br />
<em><br />
Stupid is as stupid does</em>. Kebodohan itu tergantung perbuatannya, kira-kira demikian.</p>
<p>Herannya meskipun sangat tolol, ia selalu saja beruntung. Hidup Forrest seakan sebuah mata uang, memiliki dua sisi yang berlainan. Kebodohan disisi yang satu, dan keajaiban disisi yang lain.</p>
<p>Miracle happen everyday, begitu kata ibunya.</p>
<p>Waktu kecil, Forrest yang sebenarnya memiki kelainan di kedua kaki nya, harus menggunakan sebuah alat bantu berjalan, yang membuat Forrest seolah sebuah robot aneh. Suatu saat, beberapa anak nakal melempari Forrest dengan batu, sambil meneriakinya Bodoh. Jenny sahabat Forrest menyuruhnya berlari. Run..Forrest..Ruuuuuuunnnnn !!!!. Forrest menurut. Dengan susah payah ia berusaha berlari. Dan keajaibanpun terjadi. Alat bantu berjalan berupa besi yang melingkari kedua kakinyapun, terlepas dan hancur berkeping-keping. Forrest berlari, tanpa tersusul oleh ketiga lawannya meskipun mereka bersepeda. Sejak saat itu Forrest tidak hanya dapat berjalan normal, tetapi juga berlari secepat angin.</p>
<p>Kejadian yang sama terjadi ketika Forrest dewasa. Tiga orang pemuda melemparinya dengan batu, meneriakinya bodoh. Run..Forrest Ruuuunnn!!. Adegan berulang. Hanya saja seekarang Forrest lari tunggang langgang bukan dikejar sepeda, tetapi mobil ! Tiba-tiba saja ia berbelok dia melintasi sebuah lapangan yang didalamnya tengah berlangsung pertandingan American Football. Forrest berlari disela-sela pemain, bahkan melewati seorang pemain yang tengah berlari memegang bola. Semua orang tercengang. Bukan hanya<br />
karena kecepatannya berlari, tetapi lebih karena kebodohan Forrest. Baru kali ini seseorang berlari demikian tidak perduli, melintasi suatu pertandingan. Keajaiban terjadi kembali. Salah seorang pelatih merekrut Forrest menjadi pemain. Forrest menjadi bintang lapangan. Bintang lapangan yang aneh. Ia akan terus berlari tidak terkendali dan tanpa pernah tahu dimana harus berhenti. Forrest mendapat beasiswa, dan menamatkan college, hanya dengan cara sesederhana itu.</p>
<p>Forrest kemudian memutuskan untuk mengikuti wamil. Menjadi tentara. Ia dan sahabatnya Bubba dikirim berperang ke Vietnam. Pada suatu saat pasukan mereka disergap oleh tentara Vietkong. Tiba-tiba seseorang berteriak Ruuuunnnn!!!. Forrest berlari tanpa memperdulikan sekitar. Hanya berlari. Ternyata sebagian besar dari mereka tewas, sedangkan Forrest hanya tertembak di bagian pantatnya saja. Keajaiban terjadi lagi. Ia berhasil menyelamatkan beberapa rekannya termasuk Leutenant Dan, yang akhirnya menjadi patner bisnisnya dikemudian hari. Untuk itu negara menganugerahinya penghargaan.</p>
<p>Begitu seterusnya. Kebodohan dan keajaiban itu selalu berpasangan hingga akhirnya Forrest memiliki perusahaan besar, menikah dengan Jenny, bahkan memiliki anak yang cerdas. Tidak sama dengan ayahnya.</p>
<p>Mungkin film itu terlalu menyederhanakan sesuatu dan melebih-lebihkan yang lain. Tetapi terus terang Forrest Gump begitu membekas dihatiku. Aku mungkin tidak sebodoh Forrest, tetapi menghadapi hidup yang misterius membuat aku seringkali tersesat disuatu sisi, dan tersadar telah melakukan kebodohan, strategi basi, Mengambil tikungan yang ternyata buntu, mengantri dibarisan yang keliru. Dan itu terus terulang. Untunglah disetiap kebodohanku ada mata uang lain bernama keajaiban yang selalu menolong hidup. Mengangkatku dari labirin, menjadi jembatan disebuah jalan yang terputus. Entah apa jadinya jika TUHAN mendesain hidup ini tanpa sentuhan keajaiban.</p>
<p>Aku rasa kehidupanku, di mata TUHAN, tidak jauh berbeda dengan Forrest Gump. Sama-sama bodoh. Sama-sama tidak mengerti. Hanya saja ada sebuah perbedaan besar disini. Forrest tidak pernah mengklaim karena aku, malah ia selalu menggunakan kata &#8220;and just like that&#8221; atau dengan kata lain &#8220;bukan aku&#8221;, tetapi sesuatu di luar sana. Sesuatu yang berada jauh mengatasi logika. Tetapi aku malah sebaliknya. Aku begitu sering menampilkan seolah-olah semua keberhasilan ini karena otakku. Karena kecerdasanku, karena banyaknya buku yang kubaca, karena strategi-strategi jitu yang sudah<br />
kurancang. Ini adalah kesuksesanku !!! Tanpa menyisakan syukur, terhadap semua keajaiban yang selalu menopangku. Tidak ada ruang untuk berterimakasih. Bagaikan membusungkan dada yang keropos oleh TBC. Benar-benar memalukan.</p>
<p>Aku rasa mereka, orang-orang pintar itu juga mengalami hal yang sama. Hidup menyembunyikan petunjuk, kemudian rencana-rencana mereka mempermainkan diri mereka sendiri. Sebagian dari mereka menyembunyikan semua itu laksana aib, tetapi yang lain, setelah mereka sukses, kaya dan makmur mempertontonkan semua itu sebagai bahan pelajaran buat yang lain. Seolah-olah mereka berhasil mengatasi semua itu dengan kekuatan mereka sendiri. Dan peramal-peramal itu tak jauh beda. Mereka hanya bisa menerawang, berkicau tentang hidup orang lain. Si J akan meninggal. Bencana begini akan terjadi. Musibah itu akan terjadi. Kamu cocok nya di air. Kamu di udara. Dan  seterusnya. Tetapi cobalah bertanya tentang apa yang akan terjadi pada hidup<br />
mereka sendiri. Tentulah mereka hanya bisa diam membisu, karena semua itu tersembunyi bagi mata mereka.</p>
<p>Ah hidup memang menjadi demikian memusingkan terutama jika aku membiasakan diri menghadapinya hanya dengan otak semata-mata. Untunglah TUHAN memberikan sebuah senjata lain, yang jauh lebih dahsyat. Hati. Dengan hati, aku tahu bahwa aku tidak akan pernah berjalan seorang diri. Dengan hati, hidup terasa begitu indah. Dengan hati pulalah hidup menghadirkan sentuhan-sentuhan penuh keajaiban.</p>
<p>Terima kasih keajaiban, terima kasih sudah menutupi kebodohanku sedemikian lama.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/belajar-bodoh-dari-forrest-gump" title="belajar bodoh">belajar bodoh</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/belajar-bodoh-dari-forrest-gump" title="forrest gump">forrest gump</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.354 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/belajar-bodoh-dari-forrest-gump/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengutuk dan Mendoakan Kebaikan</title>
		<link>http://www.successkid.com/mengutuk-dan-mendoakan-kebaikan</link>
		<comments>http://www.successkid.com/mengutuk-dan-mendoakan-kebaikan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 01:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Kejengkelan memenuhi dada. Hambatan datang dari hati sendiri. Dengan mengutuk akan menderita kerugian. Dengan memberi restu segala sesuatu akan jadi lancar. Saat mengemudikan mobil, kebanyakan orang Barat sangat taat pada peraturan, juga sangat sopan, karena itu bila mengetahui ada seorang pengemudi hendak berpindah jalur, acapkali pengemudi lain otomatis akan mengalah dan memberikan jalan. Oleh karenanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kejengkelan memenuhi dada. Hambatan datang dari hati sendiri. Dengan mengutuk akan menderita kerugian. Dengan memberi restu segala sesuatu akan jadi lancar. Saat mengemudikan mobil, kebanyakan orang Barat sangat taat pada peraturan, juga sangat sopan, karena itu bila mengetahui ada seorang pengemudi hendak berpindah jalur, acapkali pengemudi lain otomatis akan mengalah dan memberikan jalan. Oleh karenanya jika saat sedang mengemudikan mobil mereka menjumpai pengemudi yang mengemudikan mobil dengan kasar (tidak tahu adat), mereka merasa sangat tidak nyaman, bahkan bisa menjadi emosional.<span id="more-734"></span></p>
<p>Suatu hari ketika David sedang mengemudikan mobil ke kantor, sepanjang perjalanan menemui kemacetan, kecepatan mobil tidak bisa tinggi, saat itu tiba-tiba datang sebuah mobil secara kasar memotong jalannya dan memaksa masuk di depan mobilnya.</p>
<p>David yang saat itu sudah agak resah tak kuasa menahan mulutnya telah mencetuskan makian &#8220;sialan!&#8221;. Dalam hatinya segera mengutuk, &#8220;Kurang ajar, semoga perjalananmu menjumpai kemacetan besar, biar saja dan rasain terlambat masuk kantor.&#8221;</p>
<p>Ternyata sebagaimana harapan David, sepanjang perjalanan mengalami kemacetan besar, mobil yang berada tepat di depan mobil David benar-benar hanya bisa berjalan pelahan-lahan, kelihatannya pengemudinya harus terlambat sampai di kantor, David yang membuntut di belakang mobil itu tertawa dalam hati, dia sangat gembira  bahwa kutukannya itu menjadi kenyataan.</p>
<p>Pada akhirnya, orang yang dikutuk David itu benar-benar terlambat atau tidak David tidak tahu pasti. Tetapi ketika David tiba di kantor, dia sendiri sudah terlambat hampir setengah jam lamanya.</p>
<p>Ketika David sedang mencetak kartu absennya, tiba-tiba dia mendapatkan bahwa dirinya sangat menggelikan, bagaimana dia sampai bisa mengutuk mobil yang berada tepat di depannya dan yang berada tepat satu jalur dengannya supaya menemui kemacetan? Bukankah ini sama saja dengan mengutuk diri sendiri?</p>
<p>David berpikir lagi, jika sampai kutukannya itu cukup serius, membuat orang yang berada di depan mobilnya itu mengalami kecelakaan, maka kemungkinan besar dirinya juga akan terlibat dalam tabrakan itu, ikut tertimpa kesialan, walaupun mungkin saja tidak ikut tertabrak, tetapi mungkin akibat dari kejadian ini menjadikan perjalannya tertunda lebih lama lagi, mungkin keterlambatan yang terjadi bukan hanya setengah jam saja.</p>
<p>Maka David lalu berpikir seharusnya dia memberi restu orang yang berada di depannya, mengharapkan dia selamat sepanjang perjalanan, bisa melaju dengan lancar, dengan demikian dia yang berada di belakang mobil itu, juga bisa seperti orang yang berada di depannya melaju dengan cepat tanpa hambatan, dan dapat tiba di kantor tepat pada waktunya.</p>
<p>Setelah pikirannya terbuka, David berjanji kepada dirinya sendiri, lain waktu jika menjumpai keadaan semacam ini, sekalipun merasa sangat jengkel juga harus merestui, merestui orang yang berada di depannya agar bisa lancar sepanjang perjalanan, jika orang lain lancar dia sendiri juga lancar, orang lain selamat dia sendiri juga akan selamat.</p>
<p>Lagi pula dengan berbuat demikian, paling tidak, tidak akan bisa membuat diri sendiri jadi kesal, dan bisa mempertahankan perasaan riang bergembira ketika sampai di tempat kerja.</p>
<p>Seringkali saat berada di puncak kemarahannya, seseorang bisa kehilangan nalarnya, dia menjadi tidak jelas dengan keadaan dia yang sebenarnya, sering-sering tidak sadar dengan tindakan yang telah dilakukan, kemungkinan besar akan bisa merugikan bukan hanya diri sendiri tetapi juga pihak lain, karena jika kita bersama-sama berada di atas satu perahu, jika perahu ini karam, maka secara otomatis kita akan bersama-sama tenggelam ke dalam air.</p>
<p>Oleh sebab itu, mengapa tidak bermurah hati? Daripada mengutuk, lebih baik kita mendoakan hal yang  baik bagi orang lain. Dengan demikian bukan saja dalam hati kita tidak akan terpendam hawa amarah, tetapi ketika kita hati kita tidak jadi marah, kita juga akan merasakan betapa anggun sikap kita ini.</p>
<p>Selain itu ketika kita bisa dengan berkepala dingin menghadapi suatu masalah, seringkali masalah itu bisa berubah dengan sendirinya menjadi lancar, mungkin itulah yang dikatakan dengan &#8220;sesuatu dapat berubah menjadi keberuntungan adalah seiring dengan adanya perubahan hati!&#8221; </p>
<p>Sumber : The Epoch Times/lin</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/mengutuk-dan-mendoakan-kebaikan" title="kebaikan mendoakan kebaikan terhadap seseorang">kebaikan mendoakan kebaikan terhadap seseorang</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.031 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/mengutuk-dan-mendoakan-kebaikan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paman Tua dan Pemancing Cilik</title>
		<link>http://www.successkid.com/paman-tua-dan-pemancing-cilik</link>
		<comments>http://www.successkid.com/paman-tua-dan-pemancing-cilik#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 09:44:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya. Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.</p>
<p>Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.<span id="more-590"></span></p>
<p>Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. &#8220;Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti,&#8221; kata si paman ramah.</p>
<p>&#8220;Tidak, terima kasih Paman,&#8221; jawab si anak.</p>
<p>&#8220;Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?&#8221; tanya si anak penuh harap.</p>
<p>&#8220;Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?&#8221;</p>
<p>Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup&#8230; kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.</p>
<p>Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.</p>
<p>Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, &#8220;Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. &#8220;Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai.&#8221;</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/paman-tua-dan-pemancing-cilik" title="paman on line">paman on line</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/paman-tua-dan-pemancing-cilik" title="seks dengan paman">seks dengan paman</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.401 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/paman-tua-dan-pemancing-cilik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bicara Baik atau Diam</title>
		<link>http://www.successkid.com/bicara-baik-atau-diam</link>
		<comments>http://www.successkid.com/bicara-baik-atau-diam#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 04:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Ada sejenis kecemburuan tersendiri kalau saya melihat seorang pelukis sedang melukis. Melalui kegiatan bercakap-cakap dengan diri sendiri, seorang pelukis kemudian mengungkapkan hasil percakapan tadi ke dalam sebuah lukisan. Sehingga bagi siapa saja yang cukup peka untuk memaknai karya seni, ia bisa menerka percakapan apa yang terjadi di balik banyak lukisan. Agak berbeda dengan pelukis di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-505" style="margin: 5px; float: right;" title="flower" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2008/11/flower-234x300.jpg" alt="" width="161" height="202" />Ada sejenis kecemburuan tersendiri kalau saya melihat seorang pelukis sedang melukis. Melalui kegiatan bercakap-cakap dengan diri sendiri, seorang pelukis kemudian mengungkapkan hasil percakapan tadi ke dalam sebuah lukisan. Sehingga bagi siapa saja yang cukup peka untuk memaknai karya seni, ia bisa menerka percakapan apa yang terjadi di balik banyak lukisan.</p>
<p>Agak berbeda dengan pelukis di mana lukisanlah salah satu hasil percakapannya dengan diri sendiri, kita manusia biasa memiliki juga hasil dari percakapan panjang kita bersama diri sendiri. Dan hasil yang paling representatif adalah badan yang kita bawa kemana-mana selama hidup. Atau kalau mau lebih dalam, jiwa adalah salah satu hasil lain dari percakapan jenis terakhir ini.</p>
<p><span id="more-504"></span>Dilihat dalam bingkai berpikir seperti ini, hidup ini isinya serupa dengan kegiatan melukis. Bedanya dengan pelukis, kita sedang melukis diri kita sendiri. Mirip dengan pelukis, ada aspek yang disengaja ada juga aspek yang tidak disengaja. Dan percakapan adalah kuas, kertas, warna yang menjadi bahan-bahan kita dalam melukis. Dalam tingkat penyederhanaan tertentu, apapun yang kita percakapkan dengan diri sendiri akan memberikan warna terhadap lukisan (baca : wajah) kita sendiri. </p>
<p>Coba Anda perhatikan orang-orang yang suka sekali bicara negatif. Dari ngerumpi kejelekan orang lain, iri, dengki, menempatkan orang lain dalam posisi tidak pernah benar, sampai dengan suka berkelahi dengan banyak orang. Perhatikan badan dan sinar mukanya, bukankah berbeda sekali dengan orang lain yang percapakannya lebih banyak berisi hal-hal yang positif ?</p>
<p>Lebih dari sekadar memiliki wajah berbeda, orang yang isi percakapannya hanya dan hanya negatif, juga berhobi memproduksi penyakit yang akan dihadiahkan pada tubuhnya sendiri. Berbagai jenis penyakit siap menawarkan diri secara amat suka rela kepada orang-orang jenis ini. Dari penyakit fisik sampai dengan penyakit psikis. Di luar kesengajaan mereka, atau bersembunyi di balik &#8216;kesenangan&#8217; sesaat, orang-orang seperti ini sedang memukul, menusuk dan bahkan menghancurkan badan dan jiwanya. Kalau kemudian lukisan kehidupannya berwajah hancur lebur, tentu bukan karena sengaja dihancurkan orang lain. </p>
<p>Dalam bingkai renungan seperti ini, layak dicermati kembali bagaimana persisnya kita bercakap-cakap dengan diri sendiri setiap harinya. Entah ketika di depan cermin, entah tatkala berhadapan dengan banyak perkara, entah di manapun kita selalu bercakap-cakap dengan diri sendiri. Tidak hanya sejak bangun pagi sampai tidur malam kita melakukan percakapan, bahkan ketika tidurpun kita bercakap-cakap dengan diri sendiri. </p>
<p>Kalau semuanya bisa digerakkan dari tataran kesadaran semata, semua orang hanya mau bercakap-cakap yang positif saja. Sayangnya, kekuatan di balik percakapan tidak saja berada di wilayah kesadaran. Ia juga berakar dalam pada wilayah-wilayah di luar kesadaran. Di sinilah letak tantangannya. Orang-orang yang terlalu lama memformat lukisannya dengan percakapan-percakap an negatif, tentu dihadang tantangan yang lebih besar. Demikian juga sebaliknya.</p>
<p>Akan tetapi, seberapa besarpun tantangannya, pilihan diserahkan ke kita, akankah kita membuat lukisan diri sendiri yang berwajah indah, atau bopeng mengerikan di sana-sini. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, percakapan memang kendaraan yang amat menentukan dalam hal ini. </p>
<p>Seorang sahabat jernih pernah memberikan pedoman amat sederhana dalam hal ini : speak good, or be silent. Bicaralah hal-hal yang baik saja, kalau tidak bisa diamlah. Tampaknya terlalu sederhana, tetapi menangkap esensi yang paling esensi. Sekaligus memberikan kompas, ke arah mana perjalanan percakapan sebaiknya dilakukan. </p>
<p>Tertawa tentu saja boleh dan bahkan sehat. Namun tertawa dengan cara mentertawakan kekurang fisik orang lain tentu saja layak untuk dikurangi. Waspada dan hati-hati juga tidak salah, namun curiga apa lagi menuduh orang lain tanpa bukti mungkin perlu rem yang menentukan dalam hal ini. Demikian juga ketika melihat kekurangan orang lain, atau juga kekurangan diri sendiri. Serakah misalnya, kenapa tidak dibelokkan menjadi serakah belajar dan berusaha. Kebiasaan mumpung sebagai contoh lain, mumpung berkuasa kenapa tidak segera menjadi contoh dari hidup yang lurus dan bersih. Iri hati juga serupa, bisa saja energi-energi iri hati digunakan sebagai mesin pendorong kemajuan yang amat menentukan. Bentuk tubuh yang tidak menarik sebagai contoh lain, kenapa tidak digunakan sebagai cambuk untuk mengembangkan kecantikan dari dalam diri.</p>
<p>Dari serangkaian contoh ini, yang diperlukan sebenarnya kesediaan untuk senantiasa berdisiplin di dalam diri. Terutama disiplin untuk mendidik mulut dan pikiran, serta membelokkan setiap energi negatif ke tempat-tempat yang lebih produktif. Kalau ada yang menyebutnya susah, tentu saja tidak salah. Karena mirip dengan lukisan indah yang senantiasa dihasilkan pelukis dengan penuh perjuangan, demikian juga dengan lukisan kehidupan. Kita hanya perlu mengingat sebuah kalimat sederhana : bicaralah yang baik, atau diam sekalian. Dan atas rahmat Tuhan lukisan kehidupanpun mungkin berwajah lebih menarik. Setidaknya, itulah yang sedang saya percakapkan dengan sang diri ketika tulisan ini dibuat.</p>
<p>Sumber : Gede Prama</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/bicara-baik-atau-diam" title="bicara baik atau diam">bicara baik atau diam</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/bicara-baik-atau-diam" title="cerita renungan kehidupan kita baik pada orang lain tapi orang lain tidak">cerita renungan kehidupan kita baik pada orang lain tapi orang lain tidak</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/bicara-baik-atau-diam" title="kisah lebih baik diam">kisah lebih baik diam</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/bicara-baik-atau-diam" title="renungan diam lebih baik">renungan diam lebih baik</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.134 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/bicara-baik-atau-diam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Manusia Kuat dan Seorang Janda</title>
		<link>http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda</link>
		<comments>http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 03:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-450" style="margin: 5px; float: right;" title="never-give-up" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2008/10/never-give-up.jpg" alt="" width="150" height="170" />Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.</p>
<p>Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.<span id="more-448"></span></p>
<p>Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.</p>
<p>Manusia kuat lalu menantang para penonton: &#8220;Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!&#8221;</p>
<p>Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras&#8230;. dan menekan sisa jeruk&#8230; tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : &#8220;Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?&#8221;</p>
<p>Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. &#8220;Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.&#8221; Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.</p>
<p>Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras&#8230; dan &#8220;ting!&#8221; setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.</p>
<p>Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.</p>
<p>Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, &#8220;Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan<br />
 hadiah itu.</p>
<p>Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Begini,&#8221; jawab wanita itu, &#8220;Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.</p>
<p>Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku&#8221;.</p>
<p>Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan.  Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.</p>
<p>&#8220;Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya&#8221;, demikian kata seorang bijak.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="manusia kuat">manusia kuat</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="kisah seorang janda">kisah seorang janda</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="janda kuat seks">janda kuat seks</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="kisah manusia">kisah manusia</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="kisah hidup janda">kisah hidup janda</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="Cerita seorang janda">Cerita seorang janda</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="manusia ganteng dan kuat">manusia ganteng dan kuat</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="cache:Z_EkS81E5pkJ:www successkid com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda kisah seks janda setengah tua">cache:Z_EkS81E5pkJ:www successkid com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda kisah seks janda setengah tua</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="cerita janda">cerita janda</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda" title="Cerita janda setengah baya">Cerita janda setengah baya</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.156 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/kisah-manusia-kuat-dan-seorang-janda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
