<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SuccessKid.com ;-) &#187; Kisah Sukses</title>
	<atom:link href="http://www.successkid.com/http:/www.successkid.com/downloads/Earthquake-WP-Plugin/kisah-sukses/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.successkid.com</link>
	<description>The Right Place for Software - Ebook - Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 05:35:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Awalnya Pedagang Asongan, Kini Mempekerjakan 20 Karyawan</title>
		<link>http://www.successkid.com/awalnya-pedagang-asongan-kini-mempekerjakan-20-karyawan</link>
		<comments>http://www.successkid.com/awalnya-pedagang-asongan-kini-mempekerjakan-20-karyawan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 04:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pengusaha sukses yang lahir karena disokong orang tuanya atau karena punya koneksi luas sehingga dipercaya mengelola usaha. Namun tidak demikian dengan Iwan Herawan, 41 tahun, sukses menjadi pengusaha benar-benar dari NOL karena masa kecilnya habis untuk berdagang asongan di objek wisata Tangkubanparahu. Karena kepintarannya membaca pasarlah yang mengantar Iwan Herawan, sukses sebagai pengusaha miniatur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2010/05/iwanh.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1002" style="float: right; margin: 5px;" title="pengusaha sukses dari NOL" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2010/05/iwanh.jpg" alt="" width="250" height="122" /></a>Banyak pengusaha sukses yang lahir karena disokong orang tuanya atau karena punya koneksi luas sehingga dipercaya mengelola usaha. Namun tidak demikian dengan Iwan Herawan, 41 tahun, sukses menjadi pengusaha benar-benar dari NOL karena masa kecilnya habis untuk berdagang asongan di objek wisata Tangkubanparahu. Karena kepintarannya membaca pasarlah yang mengantar Iwan Herawan, sukses sebagai pengusaha miniatur binatang.</p>
<p>Cerita keberhasilan pengusaha muda kelahiran Bandung, 4 Desember 1969 ini tidak bisa lepas dari keberadaan Tangkubanparahu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Subang. Sedari SMP dia sudah memberanikan diri berjualan, khususnya pada hari-hari libur sekolah. Atau ketika sekolah siang, dia terlebih dahulu berjualan di pagi harinya.<span id="more-1001"></span></p>
<p>Begitu pun sebaliknya, ketika sekolah pagi maka sore harinya digunakan untuk berjualan. Walaupun harus kehilangan waktu bermain yang lumrah dirasakan anak-anak seangkatannya, Iwan kecil merasa senang menjalani pekerjaannya. Hal itu terpaksa dia lakukan karena ekonomi keluarga yang pas-pasan. Tapi siapa sangka, dari jualan asongan itulah cikal bakal dia menjadi pengusaha sukses yang bisa mempekerjakan 20 karyawan dengan omzet usaha puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.</p>
<p>Pelajaran hidup dan kepintarannya membaca situasi mengantarnya merengkuh cita-cita sebagai pengusaha. Dari seorang pedagang asongan, kini telah memiliki shoowroom di Tangkubanparahu tempat memajangkan lebih dari 50 item berbagai produk miniatur binatang hasil kreasinya. Iwan menuturkan, usahanya mulai dirintis pada 1990 dengan modal alakadarnya, sekira Rp300 ribu hasil usaha berdagang. Modal itu dia belanjakan perkakas seperti solder, kayu, dan ampelas.</p>
<p>Saat itu dia tidak punya pilihan selain membuka usaha sendiri karena keinginannya untuk kuliah tidak kesampaian. Dia sempat mengecap bangku kuliah beberapa bulan di Universitas Padjadjaran namun terpaksa ditinggalkan karena tidak ada biaya. Ide awal membuat miniatur binatang kayu didapatkannya dari sang paman. Ketika itu Iwan disarankan mengolah kayu lame menjadi benda bernilai jual tinggi. Dengan kreativitas dan imajinasi, ditunjang darah seni, Iwan pun bisa menyulap kayu lame menjadi miniatur binatang yang bernilai seni tinggi.</p>
<p>&#8220;Saya percaya, ketika niatnya baik, dijalankan dengan baik, maka hasilnya pun pasti baik. Terbukti, ketika ada keinginan untuk membuat miniatur binatang maka saya selalu diberi jalan kendati saya tidak pernah belajar seni ukir sebelumnya,&#8221; kata ayah dua anak bernama Tedy Heriyadi, 18, dan Chandra Kuswendi,11. Seiring perjalanan waktu, usahanya semakin berkembang. Dia pun mulai mempekerjakan dua orang karyawan yang merupakan tetangganya.</p>
<p>Usahanya yang berlokasi di Kampung Pondok, RT 2/3, Pasar Ahad Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diberi nama Handycraft Karya Cipta. Kian lama produknya banyak diminati pasar lokal ataupun mancanegara seperti dari Iran, Singapura, Jepang, China, Korea, dan Yunani. Bahkan, dalam sebulan dia bisa mengirimkan 30 ribu miniatur ke luar negeri. Mau tak mau dia pun terus menambah karyawannya hingga sekarang menjadi 20 orang dan bisa bertambah jika pesanan barang membludak.</p>
<p>Dia merasa bangga dapat menjadi orang yang mampu membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran. Meski kini sudah meraup sukses, bukan berarti semuanya berjalan tanpa usaha keras. Tidak jarang ada kendala yang mengiringi perjalanan usahanya selama hampir 20 tahun. Iwan sadar, hidup ini ibarat roda, kadang di atas tapi kadang pula di bawah. Begitu pun dengan usahanya, ada saatnya banyak pesanan tapi ada juga musim paceklik (sepi pesanan).</p>
<p>Menurut dia, itu adalah sebuah risiko dan konsekuensi menjadi seorang entrepreneur agar bisa mengolah kesulitan menjadi kemudahan. Dia berusaha tidak pernah memperlihatkan raut wajah panik atau putus asa manakala pemasukan usahanya sedang berkurang. Dengan begitu, berarti dia mengangkat motivasi karyawannya agar tidak pernah malas untuk bekerja.</p>
<p>&#8220;Menjadi pengusaha artinya bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup para karyawan, dan hal itu yang selalu saya jaga agar bagaimana usaha bisa maju sehingga dampaknya bisa menyejahterakan seluruh karyawan,&#8221; tegasnya. Kendala lain yang dihadapi suami Neneng Hermawati, 40, ini terkait dengan promosi dan pemasaran. Karena itu, dia selalu berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan para penggerak usaha kecil dan menengah. Kalaupun tidak bisa memberikan bantuan materi, paling tidak informasi agenda pameran-pameran.</p>
<p>Ditanya tentang falsafah hidupnya hingga bisa sukses, Iwan menjawab: kegigihan dan kerja keras. Dia yakin, setiap orang punya potensi dan tergantung dari masing-masing individu menggalinya untuk menjadikan modal berharga guna meraih hidup yang jauh lebih baik. Dia tidak khawatir bahkan mendorong agar karyawannya bisa membuka usahanya secara mandiri.</p>
<p>Hal itu menjadi kebanggaan karena pertanda dia telah berhasil menularkan keahlian dan jiwa entreprenuer kepada orang lain.Tak pernah terbesit akan merasa tersaingi sebab dia pun akan terus belajar mengembangkan kemampuannya untuk menciptakan produk-produk yang lebih inovatif lagi.</p>
<p>Sumber : okezone.com</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/awalnya-pedagang-asongan-kini-mempekerjakan-20-karyawan" title="wirausahawan yang sukses jadi pedagang">wirausahawan yang sukses jadi pedagang</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/awalnya-pedagang-asongan-kini-mempekerjakan-20-karyawan" title="pengusaha sukses dari nol bandung">pengusaha sukses dari nol bandung</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/awalnya-pedagang-asongan-kini-mempekerjakan-20-karyawan" title="pengusaha sukses di indonesia dirintis dari kecil">pengusaha sukses di indonesia dirintis dari kecil</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/awalnya-pedagang-asongan-kini-mempekerjakan-20-karyawan" title="pengusaha sukses produk unik indonesia">pengusaha sukses produk unik indonesia</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.523 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/awalnya-pedagang-asongan-kini-mempekerjakan-20-karyawan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google : Kisah Sukses Sang Mesin Pencari</title>
		<link>http://www.successkid.com/google-kisah-sukses-sang-mesin-pencari</link>
		<comments>http://www.successkid.com/google-kisah-sukses-sang-mesin-pencari#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 03:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[LEBIH dari 10 tahun silam, Google sebagai situs mesin pencari merupakan ide penelitian Sergey Brin dan Larry Page untuk mendapatkan gelar PhD. Namun kini setelah lebih dari satu dasawarsa, Google menjelma jadi mesin pencari uang dan membuat dua sahabat itu mendapat gelar sebagai orang terkaya di dunia yang berusia muda. Kaya raya, muda, dan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2010/03/1101060220_400.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-967" style="float: left; margin: 5px;" title="1101060220_400" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2010/03/1101060220_400.jpg" alt="" width="232" height="273" /></a>LEBIH dari 10 tahun silam, Google sebagai situs mesin pencari merupakan ide penelitian Sergey Brin dan Larry Page untuk mendapatkan gelar PhD.</p>
<p>Namun kini setelah lebih dari satu dasawarsa, Google menjelma jadi mesin pencari uang dan membuat dua sahabat itu mendapat gelar sebagai orang terkaya di dunia yang berusia muda. Kaya raya, muda, dan dari hasil jerih payah sendiri. Beragam predikat itu tersemat kepada Sergey Brin (36), dan Larry Page (37), yang telah berhasil masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama beberapa tahun berturut-turut. Dalam pemeringkatan tahun 2010, dua pendiri Google tersebut berada di urutan ke-24 dengan kekayaan bersih masing-masing USD17,5 miliar atau setara dengan Rp159,68 triliun. Sementara tahun sebelumnya, dua sahabat ini berada di urutan ke-26 dengan nilai kekayaan bersih masing-masing sebesar USD12 miliar atau setara dengan Rp109,5 triliun.<span id="more-966"></span></p>
<p>Sementara Google Inc sebagai perusahaan mencatat pendapatan kotor sebesar USD23,651 miliar pada 2009 atau setara dengan Rp215,81 triliun. Pendapatan operasi Google pada 2009 sebesar USD8,312 miliar atau Rp75,84 triliun dengan keuntungan mencapai USD6,52 miliar atau Rp59,4 triliun. Angka ini naik dibandingkan tahun 2008 dengan pendapatan mencapai USD21,8 miliar dan profit USD4,23 miliar. Total aset yang dimiliki Google Inc pada 2009 sebesar USD40,49 miliar dan total equity USD36 miliar. Google telah mempekerjakan sebanyak 19.835 karyawan pada 2009 yang tersebar di seluruh dunia dengan anak perusahaan YouTube LLC, Double-Click, GrandCentral, dan Picnik. Bahkan pendapatan dan keuntungan Google telah melampaui Ebay, Amazon maupun Yahoo!.</p>
<p>Tahun lalu, Ebay mencatatkan keuntungan sebesar USD2,3 miliar dari pendapatan USD8,7 miliar. Adapun pada 2008, Ebay mencatat keuntungan sebesar USD1,78 miliar dari total pendapatan USD8,54 miliar atau terjadi peningkatan 34%. Tahun ini, Ebay memperkirakan pendapatan total USD8,8 miliar sampai USD9,1 miliar. Adapun Amazon pada 2009 mencatatkan pendapatan USD24,5 miliar dengan pendapatan bersih sebesar USD902 juta. Profit bersih Amazonini meningkat hampir 40% dibandingkan 2008 yang hanya mencatatkan keuntungan USD645 juta dari pendapatan USD19,17 miliar. Amazon telah mempekerjakan sekira 20 ribu karyawan.</p>
<p>Terakhir pendapatan Yahoo! pada 2009 sebesar USD6,4 miliar, sedikit turun dari pendapatan 2008 yang sebesar USD7,21 miliar. Namun profit 2009 meningkat menjadi USD598 juta dari yang sebelumnya hanya USD419 juta. Yahoo! didukung dengan sekira 14 ribu karyawan. Menurut Forbes, keuntungan Google yang sebesar USD5,5 miliar diperoleh hanya dalam waktu 12 bulan dengan market share naik hingga 70% pada tahun lalu. Bahkan aplikasi Google sudah diterapkan dalam ponsel pintar (smartphone) sehingga semakin meningkatkan market share Google sejak November 2008.</p>
<p>Dengan kinerja demikian, wajar jika situs mesin pencari Google telah menjelma sebagai situs mesin pencari uang bagi pendirinya. Bagi Brin, bapak satu anak yang tinggal di Polo Alto California ini Google menjadi sumber pendapatan utama. Tidak berbeda dengan Page. Menurut catatan Forbes sumber penghasilan utama pria yang tinggal di San Francisco California ini adalah dari Google. Saat ini selain sebagai pendiri, Page menjabat sebagai Presiden Pengembangan Produk Google Inc. Sementara Brin menjabat sebagai Presiden Bidang Teknologi Google Inc.</p>
<p><strong>Pertemuan Dua Sahabat</strong></p>
<p>Kisah perjalanan hidup Brin dan Page agak unik. Sulit membayangkan dua mahasiswa program doktoral yang tidak menyelesaikan kuliahnya kini menjelma sebagai orang yang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Brin yang lahir di Moskow, 21 Agustus 1973, memiliki nama lengkap Sergey Mikhailovich Brin. Sebelum mendirikan Google dengan sahabatnya Page, Brin memang sudah mempelajari ilmu komputer dan matematika. Brin melanjutkan pendidikan ilmu komputernya di Stanford University melalui beasiswa dari National Science Foundation. Dia menerima gelar masternya pada Agustus 1995.</p>
<p>Selain itu, Brin memiliki gelar MBA dari IE Business School. Disebut-sebut, Page dan Brin awalnya tidak saling menyukai ketika mereka pertama kali bertemu di Pascasarjana Ilmu Komputer Standford University pada 1995. Kendati begitu, karena ketertarikan pada bidang yang sama, akhirnya keduanya menjadi sahabat. Bersama-sama mereka mencari dan menemukan informasi yang relevan dari sekumpulan data yang besar. Mereka pun kemudian menulis sebuah karya penelitian berjudul ”The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine” yang dianggap sebagai bibit bagi karier mereka dalam mendirikan Google.</p>
<p>Sementara itu Page, pria yang lahir 26 Maret 1973, memiliki nama lengkap Lawrence Edward Page. Suami dari Lucinda Southworth ini adalah seorang lulusan dari East Lansing High School. Page memperoleh gelar bachelor of science dalam teknik komputer dari Universitas Michigan. Dia juga lulusan master dari Universitas Standford. Setelah bertemu dengan Brin di Program PhD Ilmu Komputer Universitas Stanford, mereka menjalankan bisnis situs mesin pencari Google yang mulai beroperasi pada 1998.</p>
<p><strong>Googol Jadi Google</strong></p>
<p>Menilik sejarah berdirinya Google, awalnya memiliki nama Googol. Sebuah terminologi matematika yang memiliki arti satu diikuti oleh 100 angka nol. Page dan Brin menggunakan nama ini karena memiliki misi ingin mengorganisasi informasi di seluruh dunia dan membuatnya menjadi mudah di akses dan berguna secara universal. Sebagai perusahaan Google Inc didirikan pada 7 September 1998 di ruang garasi rumah teman Brin dan Page di Menlo Park, California.</p>
<p>Pada Februari 1999, perusahaan tersebut pindah ke kantor di 165 University Ave, Palo Alto, California sebelum akhirnya pindah ke ”Googleplex”, Mountain View, California pada akhir tahun yang sama. Google berawal dari proyek penelitian Page dan Brin pada awal 1996 yang mengembangkan teori bahwa sebuah mesin pencari yang berdasarkan analisis matematika hubungan antara situs-situs web akan memberikan hasil yang lebih baik daripada dengan menggunakan teknik-teknik pencarian dasar yang digunakan pada saat itu. Sistem ini pada awalnya dinamakan BackRub karena menggunakan backlink untuk memperkirakan seberapa penting sebuah situs.</p>
<p>Page dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 September 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California. Saat ini Google merupakan sebuah perusahaan berpredikat nomor satu dalam top 100 perusahaan yang paling diminati di Amerika dengan jumlah pegawai hampir 20.000 orang.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/google-kisah-sukses-sang-mesin-pencari" title="mesin pencari">mesin pencari</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.3 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/google-kisah-sukses-sang-mesin-pencari/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Orang Terkaya di Dunia Tahun 2010</title>
		<link>http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010</link>
		<comments>http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 01:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[bill gates]]></category>
		<category><![CDATA[carlos slim helu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Majalah Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia di tahun 2010. Taipan Meksiko  berhasil mendepak Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 53,5 miliar atau hampir mencapai 3/4 cadangan devisa Indonesia. Berikut 10 besar orang terkaya di dunia dalam daftar yang dirilis Forbes pada bulan maret 2010: 1. Carlos Slim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="../wp-content/uploads/2010/03/carlos-slim-helu.jpg"><img style="margin: 5px; float: left;" title="carlos-slim-helu" src="../wp-content/uploads/2010/03/carlos-slim-helu.jpg" alt="" width="178" height="212" /></a>Majalah Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia di tahun 2010. Taipan Meksiko  berhasil mendepak Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 53,5 miliar atau hampir mencapai 3/4 cadangan devisa Indonesia.</p>
<p>Berikut 10 besar orang terkaya di dunia dalam daftar yang dirilis Forbes pada bulan maret 2010:</p>
<p>1. Carlos Slim Helu (US$ 53,5 Miliar)<br />
2. Bill Gates (US$ 53 Miliar)<br />
3. Warren Buffet (US$ 47 Miliar)<br />
4. Mukesh Ambani (US$ 29 Miliar)<br />
5. Lakshmi Mittal (US$ 28,7 Miliar)<br />
6. Lawrence Ellison (US$ 28 Miliar)<br />
7. Bernard Arnault (US$ 27,5 Miliar)<br />
8. Eike Batista (US$ 27 Miliar)<br />
9. Amancio Orgega (US$ 25 Miliar)<br />
10. Karl Albrecht (US$ 23,5 Miliar)<br />
<span id="more-961"></span><br />
Dalam daftar orang terkaya di dunia tersebut, terdapat pula perwakilan Indonesia. Namun wakil Indonesia pada tahun 2010 ini menyusut dibandingkan tahun 2009.</p>
<p>Satu nama yakni Sukanto Tanoto keluar dari daftar orang terkaya dunia di tahun 2010. Pada tahun 2009 lalu, Sukanto Tanoto menempati posisi 450 dengan kekayaan mencapai US$ 1,6 miliar.</p>
<p>Perwakilan Indonesia dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia versi majalah Forbes adalah:</p>
<p>1. Michael Hartono, posisi 258 (70 tahun) US$ 3,5 Miliar<br />
2. R Budi Hartono, posisi 258 (69 Tahun) US$ 3,5 Miliar<br />
3. Martua Sitorus, posisi 316 (50 tahun) US$ 3 Miliar<br />
4. Peter Sondakh, posisi 437 (58 tahun) US$ 2,2 Miliar.</p>
<p>Michael Hartono dan Budi Hartono merupakan bersaudara pendiri perusahaan rokok Djarum. Michael tercatat memiliki 49% saham di Djarum, sementara 51% dikuasai Budi.</p>
<p>Grup Djarum kini juga menguasai mayoritas saham di BCA, bank dengan nasabah terbesar di Indonesia. Keduanya juga menguasai Grand Indonesia, sebuah pertokoan mewah di jantung kota Jakarta.</p>
<p>Sedangkan Martua Sitorus merupakan pemilik perusahaan sawit Wilmar International. Martua membeli perkebunan sawit pertamanya pada tahun 1994. Setahun kemudian, ia mendirikan Wilmar International dengan keponakannya, Robert Kuok yang juga masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.</p>
<p>Merger antara Wilmar dengan kebun sekaligus agribisnis Kuok menghantarkan perusahaan tersebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. Sebagai Chief Operationg Officer, Martua masih memiliki 10% saham di perusahaan yang harga sahamnya telah melonjak hingga dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Sementara Peter Sondakh yang merupakan pemilik konglomerasi Grup Rajawali berhasil mencetak kekayaan US$ 2,2 miliar. Ia berhasil meraup US$ 350 juta dari penjualan Bentoel kepada British American Tobacco pada Juni tahun lalu.</p>
<p>Ia juga menjual sahamnya di Excelcomindo Pratama (XL Axiata) pada tahun 2007 dengan hasl mencapai US$ 400 juta. Grup Rajawali saat ini tercatat masih menguasai saham di Semen Gresik.</p>
<p>Kelompok usaha ini pada Januari lalu memberikan US$ 20,5 juta ke Harvard untuk mendanai lembaga pendidikan baru di Asia dan program baru di Indonesia.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="orang terkaya di dunia 2010">orang terkaya di dunia 2010</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="gambar orang terkaya didunia tahun 2010">gambar orang terkaya didunia tahun 2010</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="100 orang terkaya di dunia">100 orang terkaya di dunia</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="orang-terkaya-dunia-tahun-2010?">orang-terkaya-dunia-tahun-2010?</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="orang terkaya didunia tahun 2010">orang terkaya didunia tahun 2010</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="kisah Robert Kuok menjadi kaya">kisah Robert Kuok menjadi kaya</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="daftar orang terkaya didunia">daftar orang terkaya didunia</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="daftar orang terkaya di dunia tahun 2010">daftar orang terkaya di dunia tahun 2010</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="daftar 10 orang terkaya di dunia">daftar 10 orang terkaya di dunia</a></li><li><a href="http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010" title="perusahaan mlm terkaya">perusahaan mlm terkaya</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.401 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/daftar-orang-terkaya-di-dunia-tahun-2010/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bob Sadino : Miskin Dulu, Kaya Raya Kemudian</title>
		<link>http://www.successkid.com/bob-sadino-miskin-dulu-kaya-raya-kemudian</link>
		<comments>http://www.successkid.com/bob-sadino-miskin-dulu-kaya-raya-kemudian#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 04:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bob sadino]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[Entrepreneur sukses yang satu ini menjalani jalan hidup yang panjang dan berliku sebelum meraih sukses. Dia sempat menjadi supir taksi hingga kuli bangunan yang hanya berpenghasilan Rp100. Penampilannya eksentrik. Bercelana pendek jins, kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2010/01/bob-sadino.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-931" style="margin: 5px; float: right;" title="bob-sadino" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2010/01/bob-sadino.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a>Entrepreneur sukses yang satu ini menjalani jalan hidup yang panjang dan berliku sebelum meraih sukses. Dia sempat menjadi supir taksi hingga kuli bangunan yang hanya berpenghasilan Rp100.</p>
<p>Penampilannya eksentrik. Bercelana pendek jins, kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur sukses yang merintis usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Siapa sangka, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan kuli bangunan dengan upah harian Rp100.</p>
<p>Celana pendek memang menjadi &#8220;pakaian dinas&#8221; Om Bob &#8211;begitu dia biasa disapa&#8211; dalam setiap aktivitasnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, yang mempunyai nama asli Bambang Mustari Sadino, hampir tidak pernah melewatkan penampilan ini. Baik ketika santai, mengisi seminar entrepreneur, maupun bertemu pejabat pemerintah seperti presiden. Aneh, namun itulah Bob Sadino.<span id="more-930"></span></p>
<p>&#8220;Keanehan&#8221; juga terlihat dari perjalanan hidupnya. Kemapanan yang diterimanya pernah dianggap sebagai hal yang membosankan yang harus ditinggalkan. Anak bungsu dari keluarga berkecukupan ini mungkin tidak akan menjadi seorang entrepreneur yang menjadi rujukan semua orang seperti sekarang jika dulu tidak memilih untuk menjadi &#8220;orang miskin&#8221;.</p>
<p>Sewaktu orangtuanya meninggal, Bob yang kala itu berusia 19 tahun mewarisi seluruh hartake kayaan keluarganya karena semua saudara kandungnya kala itu sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam, Belanda, juga di Hamburg, Jerman. Di Eropa ini dia bertemu Soelami Soejoed yang kemudian menjadi istrinya.</p>
<p>Sebelumnya dia sempat bekerja di Unilever Indonesia. Namun, hidup dengan tanpa tantangan baginya merupakan hal yang membosankan. Ketika semua sudah pasti didapat dan sumbernya ada menjadikannya tidak lagi menarik. &#8220;Dengan besaran gaji waktu itu kerja di Eropa, ya enaklah kerja di sana. Siang kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja, terus menikmati hidup,&#8221; tulis Bob Sadino dalam bukunya Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila.</p>
<p>Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan &#8220;senjata&#8221; pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki.</p>
<p>Setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Karena itu, dia memilih untuk tidak merokok. Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras.</p>
<p>&#8220;Kalau kamu masih merokok, malam ini besok kita tidak bisa membeli beras,&#8221; ucap istrinya memperingati.</p>
<p>Kondisi tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bagaimana Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya.</p>
<p>Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. &#8220;Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,&#8221; papar Bob.</p>
<p>Jalan terang mulai terbuka ketika seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang.</p>
<p>Ketika bisnis telur ayam terus berkembang Bob melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Kini Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarketnya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino.</p>
<p>&#8220;Kalau saja saya terima bantuan kakak-kakak saya waktu itu, mungkin saya tidak bisa bicara seperti ini kepada Anda. Mungkin saja Kemstick tidak akan pernah ada,&#8221; ujar Bob.</p>
<p>Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori.</p>
<p>Karena itu, menurutnya, menjadi sarjana saja tidak cukup untuk melakukan berbagai hal karena dunia akademik tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar tahu dan belum beranjak pada taraf bisa. &#8220;Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain,&#8221; jelas Bob.</p>
<p>Bob membuat rumusan kesuksesan dengan membagi dalam empat hal yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli.</p>
<p>&#8220;Tahu&#8221; merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal namun tidak menjamin mereka bisa. Sedangkan &#8220;bisa&#8221; ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. Sedangkan &#8220;terampil&#8221; adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara &#8220;ahli&#8221; menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat &#8220;ahli&#8221; harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.</p>
<p>Ya, itulah resep Bob untuk menjadi sukses seperti sekarang.</p>
<p>Sumber : okezone</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px;">
<h1>Bob Sadino, Memilih Miskin Sebelum Kaya</h1>
<h6>Minggu, 9 Agustus 2009 &#8211; 11:51 wib</h6>
<p><!-- SIZER --></p>
<div class="sizer">
<div class="ts fr"><img class="fl" src="http://economy.okezone.com/image/template/tools/text.gif" alt="text" width="7" height="19" /> <span> TEXT SIZE : </span> <a href="javascript:decreaseFontSize();"><img src="http://economy.okezone.com/image/template/tools/icon_min.gif" border="0" alt="" width="11" height="17" /></a> <a href="javascript:increaseFontSize();"><img src="http://economy.okezone.com/image/template/tools/icon_plus.gif" border="0" alt="" width="11" height="17" /></a></div>
</div>
<p><!-- SIZER CLOSED --> <!-- CONTENT --> <!-- skyscraper banner --> <!--div class="sky"> <a href="#" mce_href="#"> <img src="/image/banner/120_600.gif" mce_src="/image/banner/120_600.gif" width="120" height="600" border="0" alt="bola_skyscraper" /> </a> </div--> <!-- skycsraper banner --></p>
<div class="pc"><img src="http://economy.okezone.com/photo/dt/content/2009/08/09/22/246352/OIYzK0ysra.jpg" border="1" alt="" /></p>
<h5>Bob Sadino (Foto: Koran SI)</h5>
</div>
<h5>
<div>Entrepreneur sukses yang satu ini menjalani jalan hidup yang panjang dan berliku sebelum meraih sukses. Dia sempat menjadi supir taksi hingga kuli bangunan yang hanya berpenghasilan Rp100.</div>
<div>Penampilannya eksentrik. Bercelana pendek jins, kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur sukses yang merintis usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Siapa sangka, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan kuli bangunan dengan upah harian Rp100.</div>
<div>Celana pendek memang menjadi &#8220;pakaian dinas&#8221; Om Bob &#8211;begitu dia biasa disapa&#8211; dalam setiap aktivitasnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, yang mempunyai nama asli Bambang Mustari Sadino, hampir tidak pernah melewatkan penampilan ini. Baik ketika santai, mengisi seminar entrepreneur, maupun bertemu pejabat pemerintah seperti presiden. Aneh, namun itulah Bob Sadino.</div>
<div>&#8220;Keanehan&#8221; juga terlihat dari perjalanan hidupnya. Kemapanan yang diterimanya pernah dianggap sebagai hal yang membosankan yang harus ditinggalkan. Anak bungsu dari keluarga berkecukupan ini mungkin tidak akan menjadi seorang entrepreneur yang menjadi rujukan semua orang seperti sekarang jika dulu tidak memilih untuk menjadi &#8220;orang miskin&#8221;.</div>
<div>Sewaktu orangtuanya meninggal, Bob yang kala itu berusia 19 tahun mewarisi seluruh hartake kayaan keluarganya karena semua saudara kandungnya kala itu sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam, Belanda, juga di Hamburg, Jerman. Di Eropa ini dia bertemu Soelami Soejoed yang kemudian menjadi istrinya.</div>
<div>Sebelumnya dia sempat bekerja di Unilever Indonesia. Namun, hidup dengan tanpa tantangan baginya merupakan hal yang membosankan. Ketika semua sudah pasti didapat dan sumbernya ada menjadikannya tidak lagi menarik. &#8220;Dengan besaran gaji waktu itu kerja di Eropa, ya enaklah kerja di sana. Siang kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja, terus menikmati hidup,&#8221; tulis Bob Sadino dalam bukunya <em>Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila.</em></div>
<div>Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan &#8220;senjata&#8221; pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki.</div>
<div>Setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Karena itu, dia memilih untuk tidak merokok. Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras.</div>
<div>&#8220;Kalau kamu masih merokok, malam ini besok kita tidak bisa membeli beras,&#8221; ucap istrinya memperingati.</div>
<div>Kondisi tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bagaimana Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya.</div>
<div>Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. &#8220;Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,&#8221; papar Bob.</div>
<div>Jalan terang mulai terbuka ketika seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang.</div>
<div>Ketika bisnis telur ayam terus berkembang Bob melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Kini Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarketnya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino.</div>
<div>&#8220;Kalau saja saya terima bantuan kakak-kakak saya waktu itu, mungkin saya tidak bisa bicara seperti ini kepada Anda. Mungkin saja Kemstick tidak akan pernah ada,&#8221; ujar Bob.</div>
<div>Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori.</div>
<div>Karena itu, menurutnya, menjadi sarjana saja tidak cukup untuk melakukan berbagai hal karena dunia akademik tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar tahu dan belum beranjak pada taraf bisa. &#8220;Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain,&#8221; jelas Bob.</div>
<div>Bob membuat rumusan kesuksesan dengan membagi dalam empat hal yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli.</div>
<div>&#8220;Tahu&#8221; merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal namun tidak menjamin mereka bisa. Sedangkan &#8220;bisa&#8221; ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. Sedangkan &#8220;terampil&#8221; adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara &#8220;ahli&#8221; menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat &#8220;ahli&#8221; harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.</div>
<div>Ya, itulah resep Bob untuk menjadi sukses seperti sekarang.</div>
</h5>
</div>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.successkid.com/bob-sadino-miskin-dulu-kaya-raya-kemudian" title="kisah sukses bob sadino">kisah sukses bob sadino</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.124 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/bob-sadino-miskin-dulu-kaya-raya-kemudian/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkat Angpao Bisa Jadi Milyarder</title>
		<link>http://www.successkid.com/berkat-angpao-bisa-jadi-milyarder</link>
		<comments>http://www.successkid.com/berkat-angpao-bisa-jadi-milyarder#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.successkid.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[Penampilannya tidak menunjukkan bahwa dia merupakan profesional muda atau investor ulung. Lebih bergaya seperti anak kuliahan, tetapi nilai kekayaannya mencapai 5 juta yuan (USD732.500 atau Rp7,1 miliar). Dialah Ma Wenya (21). Ketika lulus kuliah nanti, Ma tidak perlu pusing-pusing mencari pekerjaan. Hingga saat ini, Ma masih berstatus mahasiswa di Communication University of China (CUC) Beijing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2009/12/ma-wenya.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-881" style="margin: 5px; float: right;" title="ma-wenya" src="http://www.successkid.com/wp-content/uploads/2009/12/ma-wenya.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a>Penampilannya tidak menunjukkan bahwa dia merupakan profesional muda atau investor ulung. Lebih bergaya seperti anak kuliahan, tetapi nilai kekayaannya mencapai 5 juta yuan (USD732.500 atau Rp7,1 miliar).</p>
<p>Dialah Ma Wenya (21). Ketika lulus kuliah nanti, Ma tidak perlu pusing-pusing mencari pekerjaan. Hingga saat ini, Ma masih berstatus mahasiswa di Communication University of China (CUC) Beijing jurusan analisis pasar media. Tahun ini merupakan tahun terakhirnya duduk di bangku kuliah.</p>
<p>Di sela-sela kuliahnya, Ma memiliki sepak terjang di dunia bisnis. Dia bermain saham di bursa. Pria berkacamata itu juga ikut andil dalam bisnis properti. Jurus gerak cepat pun diterapkannya untuk mengumpulkan pundi-pundi keuntungan. Takdir berpihak dengan cepat kepada Ma sehingga 5 juta yuan dapat diraih sebelum dia mendapat gelar sarjana.<span id="more-880"></span></p>
<p>&#8220;Saya pindah bersama orangtua saya ke Shanghai dari Henan pada 2002. Yah, seperti kebanyakan orang lain, saya melihat bahwa Shanghai merupakan tempat di mana kekayaan itu berada. Saya melihat bahwa banyak orang kaya dengan uang dan mobil,”paparnya seperti dikutip dari Global Times.</p>
<p>&#8220;Ketika itu, saya pun bermimpi bahwa suatu hari nanti saya akan menjadi salah seorang dari orang kaya di Shanghai,&#8221; papar Ma.</p>
<p>Kata Ma, semuanya berawal dari mimpi untuk menjadi orang kaya. Itu yang menjadi semangat untuk maju dan berkembang. Dengan mimpi itu, semua orang akan menyatukan niat dan perbuatan untuk meraih cita-cita tanpa memandang risiko yang ada di depan mata. Berawal dari mimpi itulah Ma memberanikan diri menginvestasikan uangnya pada 2003.</p>
<p>Ketika itu, Ma baru berusia 15 tahun. Uang senilai 20.000 yuan (Rp28 juta) itu dikumpulkannya dari angpao saudara-saudaranya selama perayaan Tahun Baru China. Ma berusaha meyakinkan orangtuanya agar mengizinkan dia menginvestasikan uang itu untuk membeli sebuah vila di distrik Minhang, Shanghai. Ketika itu, harga per meter persegi mencapai 4.000 yuan.</p>
<p>Setelah berinvestasi, Ma tidak berhenti sampai di sana. Dia selalu memantau investasinya. Dia pun selalu membaca berita keuangan lokal untuk mengetahui isu-isu terbaru serta rumor yang berkembang. Ketika teman-temannya masih sibuk bermain dan jatuh cinta pada pandangan pertama, Ma justru asyik memantau perkembangan investasi vilanya.</p>
<p>Ma yakin bahwa vilanya bakal mendatangkan keuntungan. Kenapa? Ketika itu, Ma berpikir bahwa lokasi vilanya sangat strategis dan bergaya arsitektur Barat yang sedang populer. &#8220;Vila itu memang benar-benar selera saya. Orangtua saya pun sepakat untuk merestui saya membeli vila tersebut dan ikut membantu pembayarannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Tanpa pemahaman mengenai keuangan dan bisnis properti, Ma pun menasihati orangtuanya untuk menjual vila itu satu tahun setelah pembelian. Nah, nilai per meter persegi vila itu mencapai 8.000 yuan atau dua kali lipat dibandingkan pada waktu pembelian. Akhirnya, Ma pun mendapatkan keuntungan senilai 80.000 yuan dari investasinya.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang dengan keuntungan pertama yang diraih. Saya pun berpikir begitu pentingnya untuk hidup mandiri,&#8221; papar Ma.</p>
<p>Dengan keuntungan itu, Ma pun terus mengkaji dan mempelajari kesempatan investasi selanjutnya. Di sela-sela beraktivitas rutin di SMA, Ma melihat peluang untuk kembali berinvestasi di dunia properti.</p>
<p>&#8220;Saya berinvestasi di 10 proyek properti di Shanghai dalam jangka waktu selama tiga tahun. Semuanya menghasilkan keuntungan, tak ada yang merugi. Pada saat saya masih SMA, bisnis properti masih berjalan dengan normal,&#8221; cerita Ma.</p>
<p>Ketika lulus SMA, Ma pun telah mengumpulkan kekayaan senilai 500.000 yuan. Prestasi Ma di SMA tergolong biasa-biasa saja. Tak ada yang menonjol. Ma beralasan bahwa waktunya justru lebih banyak untuk mempelajari ilmu ekonomi dan keuangan sehingga nilai-nilai kelasnya sering melorot. Namun, kata Ma, itu adalah risiko dari sebuah pilihannya untuk bermain-main di dunia properti.</p>
<p>Akibatnya, nilai ujian Ma untuk masuk universitas terendah di kelasnya. Ma pun memilih kuliah di CUC pada 2006. Dia mengambil jurusan penelitian pasar media karena memberikan banyak waktu luang baginya untuk fokus pada investasi. Bisa dikatakan, Ma memang lebih fokus terhadap investasinya dibandingkan kuliahnya. Bagi dia, kuliah tetap penting sebagai bekal, investasi adalah segalanya untuk masa depan. Kadang kepercayaan diri yang berlebihan juga memberikan pelajaran yang sangat berharga. Itu pula yang dialami Ma. Ketika tahun pertamanya di kampus, Ma mengubah pola investasinya dari bisnis properti ke pasar modal.</p>
<p>Berbeda dengan pengalaman pertama investasi propertinya meraih keuntungan, pengalaman pertama investasi di pasar modal justru mengalami kerugian cukup besar. &#8220;Sebenarnya saya telah mulai berinvestasi di pasar sudah sejak SMA. Namun, ketika itu hanya buat senang-senang saja,&#8221; ujar Ma seperti dikutip dari Xinhua.</p>
<p>Baru ketika kuliah, dia ingin fokus di investasi pasar modal. Pada akhir 2007, Ma justru mengalami kerugian 200.000 yuan dari total investasinya 500.000 yuan. Namun, potensi kerugian itu tidak berlangsung lama. Dengan pengalaman itu, Ma pun bersikap hati-hati dalam merumuskan investasi di pasar modal.</p>
<p>&#8220;Nilai saham-saham saya mulai merangkak naik. Saya merasa di atas kepala dan memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam dunia investasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Tak ada pahlawan yang memenangi 100% medan pertempuran. Setelah beberapa kali kekalahan di bisnis pasar modal, Ma memilih beristirahat sejenak sambil menunggu kesempatan untuk kembali ke panggung investasi. Pada tahun ini, Ma memilih kembali berinvestasi di dunia properti. Dia melihat ada peluang yang menguntungkan di Xianghe, Provinsi Hebei, China. Dia pun membeli dua vila dari seorang investor.</p>
<p>&#8220;Ketika itu, saya hanya memiliki uang 500.000 yuan dan tentunya tidak bisa berinvestasi di Beijing,&#8221; katanya.</p>
<p>Jatuh bangun dalam investasi yang dilakukan Ma menjadikannya dia lebih tegar dan berani dalam melangkah. Risiko yang sangat tinggi dalam bisnis keuangan tidak membuat mata Ma terus menutup dan berhenti untuk melompat lebih tinggi.</p>
<p>Selain memiliki naluri bisnis yang kuat, Ma juga mengandalkan bakat alamiah sebagai modal untuk mengetahui bagaimana mendapatkan keuntungan.</p>
<p>Sumber : Koran SI/Koran SI/jri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.successkid.com/berkat-angpao-bisa-jadi-milyarder/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
